Rabu, 23 Desember 2009

ROUTING STATIC




Host A

PC>ipconfig

IP Address......................: 10.1.4.2

Subnet Mask.....................: 255.0.0.0

Default Gateway.................: 10.1.4.1

Host B

PC>ipconfig

IP Address......................: 10.1.9.2

Subnet Mask.....................: 255.0.0.0

Default Gateway.................: 0.0.0.0

Host A ke Router A

PC>ping 10.1.4.1

Pinging 10.1.4.1 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=139ms TTL=252

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=119ms TTL=253

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=177ms TTL=251

Reply from 10.1.4.1: bytes=32 time=155ms TTL=252

Ping statistics for 10.1.4.1:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 119ms, Maximum = 177ms, Average = 147ms

Host A ke Router B

PC>ping 10.1.5.2

Pinging 10.1.5.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=85ms TTL=254

Request timed out.

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=133ms TTL=254

Reply from 10.1.5.2: bytes=32 time=125ms TTL=253

Ping statistics for 10.1.5.2:

Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 85ms, Maximum = 133ms, Average = 114ms

Host A ke Router C

PC>ping 10.1.7.2

Pinging 10.1.7.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=136ms TTL=253

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=114ms TTL=254

Request timed out.

Reply from 10.1.7.2: bytes=32 time=113ms TTL=254

Ping statistics for 10.1.7.2:

Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 113ms, Maximum = 136ms, Average = 121ms

Host A ke Router D

PC>ping 10.1.8.2

Pinging 10.1.8.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=94ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=45ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=33ms TTL=255

Reply from 10.1.8.2: bytes=32 time=40ms TTL=255

Ping statistics for 10.1.8.2:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 33ms, Maximum = 94ms, Average = 53ms

Host A ke Host B

PC>ping 10.1.9.2

Pinging 10.1.9.2 with 32 bytes of data:

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=207ms TTL=123

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=192ms TTL=124

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=190ms TTL=125

Reply from 10.1.9.2: bytes=32 time=201ms TTL=123

Ping statistics for 10.1.9.2:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 190ms, Maximum = 207ms, Average = 197ms

Router A

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

C 10.1.4.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.5.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.6.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.7.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.8.0 [1/0] via 10.1.5.2

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.5.2

Router B

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.5.1

C 10.1.5.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.6.0 is directly connected, FastEthernet2/0

C 10.1.7.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.8.0 [1/0] via 10.1.7.2

[1/0] via 10.1.6.2

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.7.2

[1/0] via 10.1.6.2

Router C

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

S 10.1.5.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

S 10.1.6.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

C 10.1.7.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.8.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.9.0 [1/0] via 10.1.7.1

[1/0] via 10.1.8.2

Router D

Router#show ip route

Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP

D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area

N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2

E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP

i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area

* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR

P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/24 is subnetted, 6 subnets

S 10.1.4.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

S 10.1.5.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

C 10.1.6.0 is directly connected, FastEthernet1/0

S 10.1.7.0 [1/0] via 10.1.8.1

[1/0] via 10.1.6.1

C 10.1.8.0 is directly connected, FastEthernet0/0

C 10.1.9.0 is directly connected, FastEthernet2/0

Analisa Host A ke Host B

PC>tracert 10.1.9.2

Tracing route to 10.1.9.2 over a maximum of 30 hops:

1 55 ms 42 ms 34 ms 10.1.4.1

2 82 ms 88 ms 71 ms 10.1.5.2

3 127 ms * 116 ms 10.1.7.2

4 156 ms 122 ms 196 ms 10.1.9.2

Trace complete.

Analisa Host B ke Host A

PC>tracert 10.1.4.2

Tracing route to 10.1.4.2 over a maximum of 30 hops:

1 50 ms 37 ms 45 ms 10.1.9.1

2 123 ms 100 ms 88 ms 10.1.7.2

3 132 ms 91 ms 147 ms 10.1.5.1

4 165 ms 177 ms 127 ms 10.1.6.1

Trace complete.

Kesimpulan

Bahwa Mahasiswa mampu untuk membuat jaringan yang letaknya saling berjauhan sehingga harus mamakai router yg banyak dan membuat alternative router apabila salah 1 router mengalami gangguan sehingga tidak membuat router terganggu ataupun terputus.

Sabtu, 17 Oktober 2009


TEKNOLOGI WIRELESS DENGAN KAPASITAS 3G

Saat ini Semua orang mengenal teknologi 3G tetapi tahukah anda sejarah teknologi 3G, Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:
1.Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System)
2.Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT
3.Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.
Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.
Definisi
Secara umum, ITU-T, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:
•Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat (mobile).
•Sebesar 384 Kbps untuk kondisi berjalan (pedestrian).
•Sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik di suatu tempat.
Teknologi 3G:
Pada saat ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile Communication)yang dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA(Code Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2 (3GPP2). Kedua teknologi tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi.
Salah satu alasan mengapa layanan 3G dapat memberikan throughput yang lebih besar adalah karena penggunaan teknologi spektrum tersebar yang memungkinkan data masukan yang hendak ditransimisikan disebar di seluruh spektrum frekuensi. Selain mendapatkan pita lebar yang lebih besar, layanan berbasis spektrum tersebar jauh lebih aman daripada timeslot dan/atau frequency slot.
Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan. Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:
1.Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
2.Kultur masyarakatnya. Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan handset N73.
3.Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.
Evolusi Menuju 3G
Jaringan Telepon Telekomunikasi selular telah meningkat menuju penggunaan layanan 3G dari 1999 hingga 2010. Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.
Operator dan jaringan UMTS Pada tahun 2005, evolusi jaringan 3G sedang dijalankan untuk beberapa tahun dikarenakan kapasitas yang terbatas dari jaringan 2G yang ada. Jaringan 2G diciptakan dengan tujuan utama adalah data suara dan transmisi yang lambat. Dikarenakan cepatnya arus perubahan pada permintaan pengguna, kebutuhan akan nirkabel mereka tidak terpenuhi.
"2.5G" (Dan juga 2,75G) adalah teknologi seperti pelayanan data i-mode, telepon berkamera, pertukaran rangkaian data berkecepatan tinggi (atau disebut juga High-Speed Circuit-Switched Data atau disingkat HSCSD) dan Pelayanan paket radio umum (atau dikenal dengan General Packet Radio Service atau GPRS)diciptakan untuk menyediakan beberapa funsi utama seperti jaringan 3G, tapi tanpa transisi penuh ke jaringan 3G. Pelayanan-Pelayanan ini diciptakan untuk memperkenalkan kemungkinan dari penerapan teknologi nirkabel untuk pengguna dan penigkatan permintaan untuk pelayanan 3G.

PENGERTIAN, SEJARAH,TEKNOLOGI WIRELESS 4G

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”.Teknologi 4G adalah istilah serapan dari bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan untuk menjelaskan pengembangan teknologi telepon seluler.
Sejarah:
Generasi pertama: hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).
Generasi kedua: dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT.Generasi ketiga: digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.Antara generasi kedua dan generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).
Definisi:
Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun, terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikenversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.Teknologi 4G di IndonesiaSecara sederhana, dapat diartikan bahwa teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia secara umum pada saat ini baru memasuki tahap 2.5G. Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol. Teknologi tersebut banyak di perdebatkan oleh operator, pemerintah dan DPR belakangan ini. Tidak lama lagi internet telephony akan menjadi tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi. Teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun ADB) bahkan mungkin
tanpa kontrol pemerintah sama sekali. Dengan teknologi SIP dalam 4G, nomor telepon PSTN hanyalah sebagian kecil dari identifikasi telepon. Bagian besarnya akan dilakukan menggunakan URL. Kita tidak lagi perlu bergantung pada nomor telepon yang dikendalikan oleh pemerintah untuk berkomunikasi via internet-telepon. Infrastruktr internet telephony memungkinkan kita untuk menyelenggarakan sendiri banyak hal tanpa tergantung lisensi pemerintah dan tidak melanggar hukum. Teknologi 4G juga akan menyebabkan kemunduran bagi teknologi Inernet Network (IN) yang saat ini merupakan infrastruktur telekomunikasi yang digunakan berbagai provider. Hal tersebut disebabkan terbukanya jalur arus bawah yang dapat didownload dan diakses gratis dari internet.
Saat ini kita dapat menyaksikan bagaimana pengguna ponsel dengan bangga memamerkan penggunaan fitur canggih di ponsel 3G (baca: triji) seperti fitur video calling yang memungkinkan penggunanya saling melihat muka dengan pihak yang dihubunginya. Begitu pun dengan vendor penyedia layanan 3G seperti, Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama, Mobile-8 (Fren) dan lain-lainya. Tapi kini, perkembangan teknologi selular begitu cepat, seperti kita ketahui teknologi telekomunikasi semula hanya menggunakan sistem analog, dan terus tumbuh sampai dengan generasi ke-3 yang kita kenal sekarang dengan 3G. Namun begitu teknologi 3G pun akan segera beralih ke 4G.
4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada pengembangan teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”. Salah satu ciri khas teknologi 4G ini adalah seluruh jaringan sudah akan berbasis IP. Teknologi yang dipakai adalah teknologi internet telepon menggunakan Session Initiation Protocol (SIP). Namun teknologi 4G kini belum bisa didefinisikan secara jelas. Sampai sekarang belum ada standarisasi untuk 4G yang telah disepakati oleh para pihak yang berkompeten di bidang tekonologi komunikasi tanpa kabel ini. Selain berbasis IP, teknologi 4G ini memiliki ciri khas bahwa ponsel ini masih akan berfungsi dengan baik bila penggunannya berkomunikasi dengan menggunakan piranti 4G di dalam kendaraan dengan kecepatan 150 Km/jam dengan kecepatan transfer mencapai 54 Mbps. Padahal di atas kertas kecepatan 4G sesungguhnya bisa mencapai 100 Mbps di lingkungan luar rumah (bergerak), sedangkan 1GBps pada kondisi tidak bergerak (statisioner). Tidak hanya itu, kapasitas data yang melalui jaringan 4G akan jauh lebih besar daripada 3G sehingga pengunduhan data yang mencapai puluhan, bahkan ratusan MB akan mudah dicapai dalam waktu singkat. Sebagai contoh, dengan ponsel 3G, kita baru dapat mengunduh klip video dan klip musik yang berdurasi tidak begitu panjang. Sedangkan dengan 4G yang akan berbasis jaringan IP sepenuhnya, kita tidak hanya dapat mengunduh satu film utuh ke dalam satu ponsel 4G ketika sedang bergerak, juga menyaksikan tayangan gambar televisi yang berkualitas tinggi (high definition TV content) dan menyaksikan lawan bicara kita yang terlihat jelas dan mulus geraknya, tidak tersendat-sendat seperti sekarang dengan 3G melalui video calling. Tidak hanya itu, kita juga dapat melakukan video chat dengan mudah. Juga fitur video conferencing yang bisa lebih dari 2 situs yang dilakukan secara simultan. Dengan kata lain, trafik multimedia akan dominan pada penggunaan teknologi 4G di masa mendatang. Tentu saja browsing internet tanpa kabel akan makin lebih cepat dan makin menyenangkan tanpa terganggu dengan waktu tunda (delay time) karena masalah kongesti pada lalu lintas data di jaringan di masa kini akan teratasi dengan teknologi 4G. Yang paling menyenangkan karena biaya untuk menikmati fitur-fitur 4G itu diprediksi akan lebih murah daripada sekarang karena biaya untuk mengaplikasikan teknologi 4G akan lebih murah daripada teknologi 3G ataupun HDSPA (3,5 G).
Menurut pakar telematika Indonesia, Onno W. Purbo, “Untuk teknologi 4G, setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.
Gila-nya dengan teknologi SIP yang berada di belakang 4G, nomor telepon +62 21 123 5678 hanya lah subset, bagian kecil daripada pengenalan / identifikasi telepon. Sebagian besar identifikasi / penomoran telepon akan dilakukan menggunakan URL seperti sip:onno@indo.net.id …. Dengan bertumpu pada URL, dunia menjadi lebih menarik karena kita tidak perlu lagi tergantung pada nomor telepon yang di kuasasi pemerintah cq. POSTEL untuk berkomunikasi internet telepon. Kalau kita cukup gila, sebetulnya dalam banyak hal kita dapat menyelenggarakan sendiri infrastruktur internet telephony tanpa perlu tergantung pada ijin / lisensi pemerintah tanpa melanggar hukum, dengan software yang dibuat sendiri tanpa mengeluarkan banyak devisa. Tak perlu lah kita mengeluarkan US$1000 / SST seperti yang di gembar gemborkan saat ini, jika saja kreatifitas anak bangsa tidak di matikan. Dalam 3G, servis suara yang dihasilkan pada dasarnya sama dengan servis suara di ISDN. Handset digital selular pada dasarnya sebuah handset ISDN. Sialnya, ISDN pada kenyataannya tidak berhasil dengan baik untuk mendeploy servis suara yang baru maupun integrasi data / suara. Kita cukup beruntung dengan adanya 3G ternyata membuka kesempatan untuk uji coba teknologi Internet seperti Session Initiation Protocol (SIP) maupun menggunaan IP v6 (saat ini semua ISP komersial di Indonesia menggunakan IP v4 yang lebih tua). Ujicoba untuk integrasi SIP & IP v6 ke dalam 3G di lakukan dalam inisiatif 3GPP.Dengan mengandalkan jalur internet dan murahnya koneksi internet, tentu sangat menggembirakan dalam penggunaan teknologi 4G ini dalam berkomunikasi dibandingkan dEngan teknologi komunikasi yang ada saat ini. Di masa yang akan datang, berkomunikasi akan dilakukan dengan menggunakan laptop, PC ataupun PDA yang mempunyai koneksi Wifi untuk menghubungkan ke internet, atau juga handset/ponsel tersendiri yang bisa terhubung ke internet. Ini akan menjadi suatu revolusi teknologi komunikasi yang besar dikarenakan akan terciptanya komunikasi yang murah bagi masyarakat.

Minggu, 11 Oktober 2009

ABOUT WLAN



Apa yang dimaksud dengan Wireless LAN?Wireless LAN merupakan Local Area Network (LAN) yang menggunakan teknologi Wireless (tanpa kabel / nirkabel)
Apa perbedaan antara jaringan kabel & jaringan wireless?Jaringan Wireless memiliki keunggulan sebagai berikut : 1) Pemeliharaan murah 2) Infrastruktur berdimensi kecil 3) Pembangunan cepat 4) Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas 5) Koneksi internet akses 24 jam 6) Akses internet yang cepat 7) Bebas tanpa pulsa teleponJaringan Wireless memiliki kelemahan sebagai berikut : 1) Biaya peralatan mahal 2) Delay yang sangat besar 3) Kesulitan karena masalah propagasi radio 4) Keamanan data 5) Kapasitas jaringan karena keterbatasan spektrum
Apa yang dimaksud dengan FHSS & DSSS ?Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
Apa yang dimaksud dengan koneksi Point to Point (P2P)? Adalah suatu konfigurasi jaringan wireless yang hanya menghubungkan dua titik .
Apa yang dimaksud dengan koneksi Point to Multi Point (P2MP)?Adalah suatu konfigurasi jaringan wireless yang menghubungkan banyak titik (multi point) dimana satu titik dipergunakan sebagai base yang melayani beberapa client.
Perangkat apa yang dibutuhkan untuk koneksi P2P?Perangkat yang dibutuhkan adalah : Grid antenna, cable, pigtail, lightning protector, PC Card, dan Router.
Perangkat apa yang dibutuhkan untuk koneksi P2MP?Perangkat yang dibutuhkan adalah :
•Di sisi client : idem dengan P2P
•Di sisi base : omni antenna / sectorial panel , cable, pigtail, lightning protector, PC Card, dan Router.
Produk apa saja yang bisa saya gunakan sebagai router?
1. Access Point (AP), yaitu bridge yang biasanya dipasang pada Base Station.
2. Remote Outdoor Router (ROR), yaitu router yang biasanya dipasang pada Client Statio
3. Central Outdoor Router (COR), dapat sebagai bridge atau router dan biasanya dirancang khusus untuk Base Station.
4. Angin Office Router
5. Angin Base Router
Benarkah kita dapat membuat Wireless Router, sendiri dengan menggunakan aplikasi Linux? Benar, jika ingin mempergunakan LRP (Linux Router Project) milik Angin.com, silahkan download di http://rhino.angin.com/~andias
Apa keuntungannya jika membuat wireless Router berbasis Linux jika dibandingkan menggunakan AP atau COR/ROR?1) Jauh lebih murah 2) Lebih mudah dalam memaintenance, 3) Dapat menambahkan sendiri feature-feature sesuai dengan yang dibutuhkan seperti mtrg atau pun protocol analyzer.
Apa keuntungan penggunaan Linux sebagai Operating System?
1.2.3.
Gratis serta open source.Tidak membutuhkan resource hardware yang tinggi, bahkan dapat bekerja dengan hanya menggunakan satu buah disket.Terus berkembang.
Berapa jarak jangkauan perangkat wirelessLAN ini?Sekitar 5 km, jika menggunakan amplifier 1 watt bisa mencapai 40 km
Syarat apa yang harus dipenuhi untuk bisa membangun koneksi wirelessLAN?Ada dua syarat utama untuk pembangunan koneksi ini :
Pertama:
Lokasi harus line of Sight / LoS, dalam arti tidak ada halangan (bisa berupa gedung atau pohon) di antara kedua titik yang akan dihubungkan.
Kedua:
Freznel Zone (area rambatan gelombang radio yang dipancarkan oleh kedua antenna) tidak terpotong atau terganggu suatu benda
Apakah betul kita perlu membangun tower yang setinggi-tingginya? Tidak Betul. Untuk menentukan tinggi tower diperlukakan survey terlebih dahulu. Pada prinsipnya, tinggi tower sangat tergantung pada posisi gedung tempat antenna client akan dipasang serta posisi base station.
Apakah yang dimaksud dengan client antenna? Client antena sebenarnya adalah antena yang digunakan di sisi client dan hanya berfungsi satu arah (sebagai penerima signal)
Apakah yang dimaksud dengan Base antenna? Base antenna adalah sebuah perangkat antenna yang berfungsi sebagai pemancar signal, ada yang 90 derajat, 180 derajat, dan 360 derajat.
Lalu cari saja bagian [exp/trojan]ps, yang paling berbahaya ketika IP Anda terkena autokill permanen, salah satu penyebabnya adalah komputer akan terkena virus jenis TROJAN ... TIPS untuk mencegah hal ini adalah :
1. Paling aman jangan pake mirc script jenis apapun ..... meski agak "kejam", tapi nurut dan akan cukup aman ....
2. Hindari chatting seharian untuk 1 komputer, misalnya salah satu komputer chatting sampe 12 jam nonstop ... lebih baik dihindari...
3. Update anti virus untuk mencegah serangan virus-virus baru yang ganas ...
4. Selalu kontak ke tech support ISP untuk setiap terjadinya autokill dari dalnet, soalnya ntar kalo kena autokill permanen... malah merugikan semua ...
Kecepatan bisa diset di router-nya, semakin rendah kecepatan, sensitivitasreceiver meningkat sehingga jarak yang bisa dicapai akan semakin jauh.
Apakah COR bisa berpasangan dengan linux router?COR tidak bisa berpasangan dengan linux router karena menggunakanprotocol yang berbeda. COR memakai proprietary protocol turbocell sedangkan Angin linux router memakai standard protocol IEEE 802.11b .

MACAM - MACAM ANTENA WIFI OMNI DIRECTIONAL DAN DIRECTIONAL





Antena omni directional adalah antena omni yang dapat diaplikasikan untuk RT RW net, ataupun hotspot. Antenna ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan tembaga pilihan yang berkualitas yang dilapisi perak. Konstruksi ini menjadikan performa antenna omni directional sangat bagus dan stabil.
Dengan kualitas inilah dapat menjadikan Antena Omni directional sebagai antenna unggulan dari OEM. Selain itu keunggulan yang lain yang dapat anda temukan adalah tentang kompetibilitas yang dimilikinya. antenna ini dapat digunakan untuk bermacam macam type WLAN baik itu Type B/G yang dapat bekerja pada frekuensi 2,3 GHz.

APLIKASI PENGGUNAAN :
•Applications: 2.3 GHz ISM Band
•IEEE 802.11b, 802.11g, 802.11n Wireless LAN
•BluetoothĂ‚®
•Public Wireless Hotspot
•WiFi
•Wireless Video Systems
•Multipoint Applications
FEATURE:
•Superior performance
•All weather operation
•Integral N-Female connector

Spesifikasi OM1523:
Spesifikasi OM1523:
Frequency : 2300-2400 MHz
Gain : 15 dBi
Polarization : Vertical
Vertical Beam Width : 8°
Horizontal Beam Width : 360°
Impedance : 50 Ohm
Max. Input Power : 100 Watts
VSWR : < 1.5
Connector: N-Female
Weight : 3.8 lbs (1.8kg)
Length : 110 Cm
Ada beberapa type antena yang biasa digunakan untuk WiFI pada Metropolitan Area Network, diantaranya :
•Omnidirectional Antena biasanya digunakan di Access Point (AP).
•Sectoral Antena biasanya digunakan di Access Point (AP).Jenis ini mempunyai gain lebih besar daripada omnidirectional antenna, tapi area cakupannya lebih kecil dari omnidirectional antenna.
•Directional Antenna biasanya digunakan untuk client. Mempunyai gain yang besar. Ada banyak macam type antena ini diantaranya adalah :
•Yagi
•Flat Panel
•Parabola
•Tincan antenna.

Sekarang adalah tentang bagaimana cara membuat antena WiFi yang bisa kita pakai dirumah (client). Disini akan dibahas tentang cara pembuatan Tincan antena dimana pembuatannya bisa dibilang mudah dan biayanya juga paling murah. Tincan = kaleng , bisa manfaatkan kaleng bekas jadi alat utamanya.

Cara membuat antena : Pada contoh ini diameter dari kaleng adalah 9 cm, dengan lebar 21.5cm. Buat sebuah lubang untuk omnidirectional antenna yang berukuran 2.6 cm panjangnya pada jarak 4.5 cm dari bagian bawah kaleng tersebut.

Omnidirectional antenna dibuat dengan cara menyolder 2.6 cm stick besi pada male konektor jenis N (N-type).Bisa juga dengan menambah sebuah mur pada stick besi agar panjang omnidirectional bisa disetting untuk mendapatkan panjang yang paling cocok untuk antena tersebut.Bagaimana cara membuat tincan antena dengan kaleng yang berukuran beda dengan contoh diatas ? Sebelum memutuskan untuk menggunakan ukuran kaleng yang berbeda, maka kita harus mencari kemungkinan kaleng itu bisa dipakai atau tidak. Kalkulasinya ada di alamat http://www.turnpoint.net/wireless/cantennahowto.html. Jika hasil kalkulasi lebih mendekati 2.4 GHz , berarti kalengnya lebih baik.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN WIFI





Mengenal Jaringan Komputer, Keuntungan, Kerugian, dan Pilihan Jaringan Kabel, Jaringan Wireless, atau Kombinasi Keduanya
Kenapa harus menggunakan jaringan
Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer desktop, laptop, atau piranti jaringan lainnya seperti printer dengan tujuan utamanya adalah saling berbagi data – saling bertukaran data, penggunaan printer secara bersamaan, dan agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Jadi pada dasarnya jaringan komputer adalah saling berbagi dan saling bertukar data, dan kalau ada koneksi broadband internet maka semua komputer bisa saling terhubung ke internet dengan hanya menggunakan satu sambungan internet, dan jika ada alat komunikasi seperti email – maka semua yang terhubung dengan jaringan bisa saling berkirim email dan bahkan chatting satu sama lain.
Keuntungan dari system jaringan
Jaringan komputer menawarkan banyak fleksibilitas dalam hal anda bekerja dan menghabiskan waktu dengan komputer anda dan juga perangkat electronic lainnya yang dengan dukungan jaringan yang anda bangun anda akan secara umum mendapatkan banyak keuntungna antara lain:
•Bersama semua komputer yang ada dalam jaringan, anda bisa sharing / berbagi koneksi broadband internet sehingga setiap orang bisa browsing internet secara bersamaan.
•Anda bisa akses email pribadi anda sementara yang lainnya chatting, download lagu, video, atau bahkan bermain game online dengan XBOX 360.
•Bisa sharing berbagai macam dokumen dan file termasuk music, video, photos, dll
•Menyimpan semua file – dokumen, pustaka music, video, digital photos, dokumen lainnya di satu tempat yang bisa diakses secara sharing atau bahkan bisa diberikan suatu keamanan siapa yang boleh baca tulis, atau siapa yang dapat akses file apa.
•Anda bisa mengamankan jaringan komputer anda dengan secara terpusat dari serangan dan ancaman keamanan dari internet.
•Bersama seluruh / beberapa nggota keluarga anda bisa bermain game multiplayer bahkan keluar internet online game bersama teman-teman anda didunia maya.
•Bias berhemat dengan pemakaian printer, scanner, plotter, dan peripheral lainnya secara bersamaan.
•Dengan Storage area network, anda bisa memusatkan penyimpanan data dan dokumen lainnya kedalamnya dan anda bisa memanagenya dengan administrasi sesuai kebutuhan.
Ada dua jenis jaringan yang bisa anda pilih, jaringan kabel (wired) dan jaringan wireless. Anda bisa memilihnya yang mana cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda, bahkan anda bisa menggabungkan keduanya. Kedua jaringan tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.
Wireless vs Wired

Keuntungan Jaringan - Wired vs Wireless
Ada dua macam technology jaringan yang umum yaitu:
•Jaringan wireless / wireless network – yang menggunakan komunikasi antar piranti dengan menggunakan gelombang radio
•Jaringan wired – yang menggunakan kabel data jaringan dalam komunikasi antar piranti jaringan dengan technology Ethernet.
Kenapa memilih jaringan wireless?
Kelebihan utama jaringan wireless tidak menggunakan kabel dalam komunikasinya, akan tetapi menggunakan gelombang radio, seperti telpon cordless. Keuntungannya adalah sifat mobilitasnya yang tinggi dan tidak tergantung kepada kabel dan koneksi tetap. Keuntungan yang bisa kita petik dengan jaringan wireless ini secara umum sebagai berikut:
•Bebas bekerja dari mana saja dan bersifat mobile, asalkan terjangkau oleh jaringan wireless ini
•Tidak ada batasan kabel jaringan atau sambungan tetap, jadi tidak memerlukan kabel data yang terkadang merepotkan anda sehingga menghemat waktu
•Instalasi yang relative cepat dan mudah
•Gampang pengembangannya
Jaringan wireless umumnya juga disebut sebagai Wi-Fi – wireless Fidelity, yang memungkinkan anda menggunakan computer anda dimana saja di rumah anda selama masih dalam jangkauan jaringan wireless. Bahkan di tempat-2 umum sekarang ini sudah banyak disediakan layanan hot-spot seperti di cafĂ©, di airport, di hotel, di tempat-2 bisnis dan lain-lain.
Kenapa memilih jaringan kabel – wired network?
Technology jaringan komputer menggunakan kabel telah dipakai selama beberapa decade dan yang paling banyak dipakai adalah technology Ethernet. Komunikasi jaringan wired menggunakan kabel jaringan yang umum memakai cable CAT5 – cable jaringan Ethernet. Jaringan kabel sangat bagus jika anda melakukan transfer data dalam jumlah yang sangat besar dengan stabil dan kecepatan tinggi seperti transfer data multimedia professional berkualitas.
Keuntungan dari jaringan wired bisa meliputi beberapa hal berikut ini:
•Relative berbiaya rendah
•Menawarkan performa yang paling bagus, walaupun instalasinya relative rumit
•Kecepatan relative lebih tinggi sampai kecepatan Gigabit, dibandingkan dengan kecepatan wireless paling tinggi ideal adalah 300 Mbps (dengan standard draft 802.11n dan dilengkapi technology antenna MIMO, itu jika kondisi sangat ideal, dalam kenyataannya untuk wireless-B yang ideal 11 Mbps saja hanya bisa mencapai paling 7 Mbps)
•Relative lebih aman dibandingkan jaringan wireless, apalagi jika keamanan fisik bisa dikendalikan dengan baik. Sementara untuk jaringan wireless, bisa menembus keamanan fisik (seperti tembok yang tebal sekalipun, dengan menggunakan technology booster / hi-gain masih bisa menembusnya dengan baik karena memakai gelombang radio sebagai transmisi medianya.
Pada suatu infrastruktur jaringan corporate yang sangat besar skalanya, penggunaan jaringan kabel sangat mutlak dipakai dengan menggunakan system redundansi jaringan kabel inter-Switch yang sangat effisien dengan protocol STP dan tuning manual.
Kerugian Jaringan Komputer:
Topologi fisik jaringan yang digunakan beserta keuntungan dan
kerugiannya adalah:

a) Topologi Bus atau Linier
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial
dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm
pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel
yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat
node-node.
Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana.
Tidak memerlukan Hub/Switch.
xxvii
Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel
kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya
data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.


b) Topologi Ring
Adalah topoligi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data
disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran
tertutup
sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.
Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak
memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data
atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.


c) Topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node
pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika
terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node
tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
xxviii
Kerugian: memerlukan biaya tambahan karena membutuhkan
Hub/switch sebagai pusat node (node sentral)


d) Topologi Hybrid
Topologi Hybrid merupakan gabungan atau kombinasi dari dua
atau lebih topologi jaringan lainnya. Topologi Hybrid sering juga
disebut Tree topology.
Keuntungan dan kerugian adalah sama dengan jenis topologi
yang digunakan dari masing-masing gabungan topologi
tersebut.